Minggu, 06 Januari 2013

Sakitnya Dibohongi suami

Apakah sahabat pernah dibohongi? saya pernah, sering malah. Baik sahabat - sahabat terdekat saya, saudara bahkan orang terdekat saya.

Rasanya dibohongi itu bagaikan wajag kita mendadak tergantikan oleh kepala keledai, merasa sangat tolol :(
Namun sayang hampir semua manusia sering berbohong, saya juga pernah berbohong, namun sayang kebohongan saya tidak pernah bertahan lama, karena saya memang tidak pandai berbohong, namun saya bisa mengetahui jika orang berbohong pada saya.

Salah satunya ketika saya dibohongi oleh suami sendiri.
Saya adalah termasuk pada orang yang sangat mencintai kejujuran, jadi apapun itu baik
menyenangkan maupun menyakitkan saya selalu berusaha untuk jujur, khususnya pada pasangan saya.
Di sisi lain saya juga termasuk orang yang mencintai disiplin, hingga kami sering bertengkar karena masalah ini.

Suami saya orang yang sangat pendiam, ketus namun selalu mengalah dari saya, sebenarnya dia bukan tipe orang sabar banget, cuman karena saya selalu bisa mematikan semua alasannya, hingga dia akhirnya mengalah karena memang kalah.

Karena dia selalu kalah dalam beragumen maka dia sering memilih untuk berbohong, awalnya sih hanya kebohongan - kebohongan kecil, yang sayangnya saya terlalu lihai untuk dibohongin sehingga tahu jika dia sedang bohong.
Sampai akhirnya dia melakukan kebohongan besar yang sangat membuat saya marah besar, yah bukan masalah WIL sih, tapi masalah keuangan.
Selama ini kami selalu berkomitmen sejak awal bersama agar tidak ada rahasia di antara kami, apalagi menyangkut keuangan, tak ada sepeserpun rekening saya yang luput dari dia, dan saya pastinya mengharapkan hal yang sama dari dia.

Namun ternyata harapan saya tidak ditepati olehnya, selama hampir 3 tahun dia ternyata mempunyai rekening lain di luar sepengetahuan saya, dan ketika saya menyinggungnya berkali - kali tetap saja dia tidak mau mengakui, sampai akhirnya saya menunjukkan bukti ke hadapannya barulah dia mengakuinya.

Sedih dan kecewa banget rasanya juga terhina, tingkahnya seolah - olah saya ini wanita matre dan pelit serta boros belanja, padahal apa yang saya rasakan saat ini jauh dari segala kategori itu, tinggal di rumah kontrakan, tak punya perhiasan emas, uang pesangon di rekening saya habis untuk menutupi semua kekurangan dan saya hanya bisa puas dihadiahin es krim saja di hari - hari tertentu saya.

Saya bingung, apa yang harus saya lakukan? bagaimana bisa saya bisa hidup dengan orang pembohong seperti itu karena sepertinya untuk mempercayai orang yang sering berbohong seperti dia rasanya sulit :(

Semoga para sahabat bisa membantu saya, dan juga bisa mengambil hikmah dari masalah saya.

someone in somewhere

3 komentar:

  1. Hai..saya bisa merasakan sakitnya dibohongi apalagi dengan suami sendiri,lebih sakit rasanya. saya saat inipun tengah dibohongi suami saya sendiri begini ceritanya; saya sudah menikah hampir 4 tahun dimasa 4 tahun itu saya tidak tahu kalau suami pernah menikah dan belum bercerai hanya pisah saja. Secara tidak sengaja saya menemukan sertifikat pernikahan mereka. saya merasa dibohongi dan tidak di hargai. Itu berarti saya menikah dengan suami saat suami saya masih sah suami orang lain.saya benar2 down dan bingung harus bagaimana, haruskah saya bercerai?

    BalasHapus
  2. Entah kenapa para suami lebih senang berbohong.
    Kisah diatas mirip dengan kisahku,hanya saja smp saat ini aku belum memvonis langsung didepannya,aku hnya sekedar menyinggungnya. Tp apalah gunanya kalau singgunganq membuahkan perkelahian diantara kami.
    Aku mmg pemegang ATM setoran gajinya yang sdh terpotong pinjaman bank. Uang gaji suamiku sangat cukup untuk 2 orang anak,uang sekolah dan uang susu (diluar uang mainan dan pakaian). Sisanya cukup untuk membeli keperluan mandi. Dan kalau ada uang iba darinya,maka aku bisa membeli ayam atau sayur enak lainnya. Tp jk mmg tdk ada,ya kacang oanjang dan mi instan adalah sayur terenak buat anak2ku.
    Kami tinggal dirumah orangtuaku,orang tuaku lah yg kadang membeli beras dan sayuran jika mereka tau aku tdak punya uang lagi,meskipun sbenarnya aku tdk pernah ngomong. Tp kdg saat orangtuaku mmg tidak ada uang,maka tagihan listrik yg berkisar selalu diatas 700rb mau tdk mau aq yg harus membayarnya,meski dengan cara berhutang.
    Nah,suatu malam aq g bsa tdur smp pagi,iseng2 aq buka tas suamiku untuk melihat sebanyak apa kerjaannya. Sedihnya saat itu aku melihat rekening baru atas namanya,dan disitu sudah ada belasan juta rupiah tertabung olehnya.Dan anehnya,pernah dlm satu bulan,dia mengeluarkan uang sebesar 5jt berturut2. Setelah ku ingat tanggal pengeluaran itu,itu adlh tgal dimana ia pamit untuk pergi memancing dengan anak pertamaku yg baru berumur 5 thn.
    Aq menangis sejadi2x. Hga kini hubungan kami sgt jauh,dn dia ttp tdk perduli dgn jarak diantara kami.
    Disaat aq marah,dia mengajak anak2 jalan keluar rumah.
    Aq g mngerti ap yg hrus aq perbuat lagi..

    BalasHapus
  3. Aku pun merasakan hal yang sama, tahun 2011 suamiku ketahuan selingkuh dengan teman kantornya, di saat itu aku sedang hamil anak k 2, dan suamiku lebih memilih aku dr pada perempuan itu, aku memilih untuk bersabar dalam menjalani hidup ini walau luka di hati belum hilang,
    sekarang suamiku berbohong tentang keuangan, saat aku pusing memikirkan biaya hidup untuk keluarga kami, biaya sekolah, sampai-sampai rencana untuk lebaran ke kampung halamanku pun batal karena kami sudah kehabisan uang, hingga akhirnya aku jual kalung anakku untuk memenuhi kebutuhan kami...
    Namun mertua dan suamiku punya rencana yang tidak aku ketahui, mertuaku pulang k kampungnya dan selang beberapa hari suamiku izin ingin pulang ke kampung juga, dia pulang sendiri tanpa aku dan anakku...
    Sebelumnya mertuaku juga tidak bilang apa-apa kalau suamiku ikut pulkam, ternyata suamiku punya tabungan yang tidak aku ketahui, disaat aku harus pontang panting cari uang untuk membiayai hidup kami, suamiku dan ibu serta adiknya malah senang-senang sekeluarga tanpa aku dan anak-anakku....
    Apa salah kami sehingga kami begitu di asingkan dalam kelurga kalian...

    BalasHapus